Sebuah crita Jihad Ahlaqul karimah seorang istri
untuk sahabatku yang kangen ayah,
Malam itu, seorang ayah hanya memandangi istri beserta kedua anaknya yang masih kecil,, mereka bertiga terlihat begitu lelapnya,,
Ada rasa heran setiap kali melihat wajah istrinya yang seakan damai diasuh mimpi,, hmm, mereka korban kemalasan ku dullu, tapi knapa aku yang gelisah,,
Berkali kali ia teringat lagi dengan tagihan tadi sore yang entah bagaimana membayarnya,, sesekali teringat beras untukk esok yang bagaimana membelinya,, berkali kali ia membayangkan tangis anaknya yang akhir-akhir ini selalu terdengar setelah adzan shubuh..
ya Alloh.. hatinya menjerit, meronta sekadar meminta alasan agar aqalnya terjawab akan masalah ekonomi,,yang bgtu komplek saat ini
Ia pun teringat lagi, kisahnya tadi siang, semenjak bberangkat pagi dengan berjalan, menyusuri ruas-ruas jalan, berjalan begitu jauhnya dengan keadaan lapar,,
semua teman sekolahnya dulu ia temui lagi, namun saat ini memang hampir semua kesulitan mencari makan,, temannya pun malah mengadukan kegelisahan-kegelisahan yang intinya malah perut,, dan banyak pula yg bercerai karena alasan ekonomi,,
Mendengar cerita teman yg berhasil ia temui ternyata sama,, bahkan ada yang lebih parah ia memutuskan untuk pulang, ia kan menghibur istrinya saja,, ;
"mudah-mudahan dengan kesabaran Alloh kan memnolong dengan rezky yang tidak disangka sangka,," begitu ia merangkai kata untuk menghibur istrinya..
namun tetap bgtu kuatnya rasa tdk percaya menggoda,,dan kuat berjalan menghadapi kesulitan ini.., setidaknya ku tetap harus ada yang dapat ku bawa kerumah, apa saja yang dapat ku bawa untuk orang dirumah,, setidaknya untuk makan hari ini,, tapi tetap ia hingga pulang kerumah tidak membawa makanan..
saat itba dirumah ia mengucap salam lemah,, namun tetap mencoba tersenyum pada istrinya,,
"gimana yah ?" istrinya bertanya..
" ..." ayah tidak dapat menjawab hanya geleng lemah,,
"tak apa mungkin nanti malam ada rezki mengejar ayag,, karena ayh tadi mencari rezky,," istrinya tetap menyemangati..
" ah kamu ini,," ia melangkah lemah ke kamar, mengganti baju karena baju yang dipainya sudah bersimbah peluh.."
"yah ni minum dulu,,"
"lho ini minuman dari mana??" ayah marah mengira kurang baik pada istrinya karena ia tahu betul gas di dapur sudah ia jual tempo hari, terpaksa buat berobat anaknya ke puskesma,,
"ada deh minum aja dulu nanti umi cerita,," dengan tersenyum istrinya pamit ke dapur,,
ternyata bukan hanya air saja yang ia dapat, tapi istrinya cerita, tabung gasnya pun ada, malah sekarang ada isinya,,
gini yah ceritanya, lalu istrinya mulai cerita mengiringi suaminya yang tengah makan dengan lahapnya,,:
ceritanya ada tetangga yang punya 2 tabung gas (3kg) membawanya kerumah, ia ingin menjual. lalu istrinya bertanya knapa dijual? (pdhal dalam hatinya memang tidak pernah akan beli, toh miliknya sendiri pun sudah ia jual kemarin,)
"Iya buk,, anak saya pengen tas rajutan wol yang lagi musim saat ini, wah bu sulit nyarinya kmana, harga nyapun lumayan kalo ditoko, tapi cukup lah kalo tabung ini kejual, "
"Oh,, nah lalu ibu nati masak gimana?" istrinya kembali bertanya, kasian juga mungkin ibu ini nasibnya sama dengan keluarganya,, tapi sebabnya lain, ini mungkin kehendak anaknya yang nggak bisa ditolak,,
"nggak papa,, ada satu lagi.."
" hingga akhirnya ia menukar hasil rajutannya bulan lalu, dan ibu itu setuju, asal anaknya memang suka,,
saat anak melihat rajutan itu, ternyata bukan hanya suka ia malah pesen lagi, tapi untu kantong handphone, lalu memberikan uang Rp. 29ribu,,
"saya tunggu ya bu.." kata anak itu dengan riang,,
:ya,, ntar sore juga beres,, jazakaLLOH nya dek, ibu,,"
""Iya justru sy yang terima kasih,, saya nggak perlu jauh-jauh ke toko, tapi ada di tetangga sendiri,,"
"Setelah selesai ia langsungmemberikan kpd anak yang pesen kantung handphone tadi
hingga ia pulang dan mendapati makanan hangat beserta tabung gas yang baru,,
"SubhanALLOH,,ia teringat lagi,,kejadian td sore,,
ia punjadi teringat saat bulan lalu membeli benang rajut dengan bgtu malas, gimana nggak malas,? bukankah kesenian spt iru jarang pembelinya,, apalagi prosesnya lama,,
tapi saat ia buntu,ternyata keinginan istrinya untuk merajut jadi rezky tersendiri yang menjadi sebab keluarganya dapat makan,
hingga tak terasa tak terasa waktu waktu terus bergulir,, terus bergulir berjam jam semenjak pukul 23:00 hingga sang ayah tertidur sendiri,,disamping istrinya dan kedua anaknya,, ...
* * *
"Astagfirulloh,," ia kaget,, sekan terhenyak ke dasar lantai ia bgtu kaget, melihat jam dingding tengah menunjukan jam 2:45 dini hari,,
Ia menoleh kepada istrinya yang ternyata sama telah terbangun dan tersenyum kpdnya..
"Ayah knapa..? dah isya.." istrinya lembut
"kaget, rasanya barusan seperti tidur sebentar bget, tp ternyata sudah hampir jam 3 dini hari,,"
"wah ayah tidur nya nggak niat ya..(berdo'a))?" istrinya berkata,,
"ya,, "
"hmm, masih untung yah dibangunkan kembali,,:
"maksunya,,?" nadanya hearan
" Iya meski ayah tertidur dalam keadaan tidak ingat Alloh masih memberi kenikmatan lalu di bangunkan kembali, memberi kesempatan agar lebih banyak mengumpulkan bekal,, kelak ke akhirat
meski ayah lupa,, tapi Ia tidak alpha, ia masih memberikan nikmat tidur kpdnya,, ayah td nggak teringat Alloh kan hingga tertidur bgtu,,?
"iya mi,,"katanya mengakui,,
dalam hati ayahnya berguman lagi,bukan hanya iru istriku,,
tadi pun saat berangkat dari rumah tidak mengingat Alloh, padahal rezki yang diniatkan untuk dicari Alloh saja yang memegangnya..
tadi saat menyusuri jalan, aku tidak teringat kpd Alloh,hanya teringat bagaimana mendapatkan buat makan, padahal Alloh memberi makan dikala mahluknya lapar,, iia hanya teringat kepada sepeda motornya yang dicuri tempo hari, jika bukan karena pencuri aku masih dapat bekerja jasa nagkutan (ojeg), dan tidak merana berjalan bila bepergian, hanya dendam saja setiap teringat motor kesayangannya,,
dan tadi saat ku pulang, lalu engkau istriku, membawakan ku air, pelepas dahaga, aku lupa kepada Alloh, bahwa ia tiada pun Alloh pasti menberikan rezki kpd keluarganya, karena ezky Alloh yang mengaturnya,, dan kita hanya bisa mengusahakannya,, malah berfikir engkau mengemis kpd keluargamu, sesuatu yang merendahkan mukaku dihadapan keluargamu,,padahal Ia memberkan makan melalui kerajinan mu belajar merajut semenjak dulu,,
dan saat menikah bersama mu, aku lupa bahwa Alloh selalu memberikan yang terbaik, bahwa ia telah memberikan istri yang gtu sabar dan tidak pernah mengeluh, malah istrinya meminta maaf. kaena pernikahan kuliahnya jadi bubar, kaena kedua orang tua memang telah berjanji di usia kesekian akan memnikahkan dirinya dan istrinya,,
Istriku aku lupa,, kepada Alloh, dan kepada karunia darinya Yang tidak mungkin didustakan
(belahan hatinya)
"Yah knapa" istrinya menyadarkan perenungannya,
"Eh,, iya.." seketika ia memandang istrinay, bertambah cantik saja ia memndang istrinya, dan ini salah satu yang dilupa, ternyata istrinya lebih cantik dari semua pacarnya dulu, hanya pertama bertemu tidak terlihat karena asing
subhanAlloh,, hatinya bergetar,, lalu menciuni kening istrinya..seketika,,
"eh eh yah sabar dulu, si dede baru 3bulan,," wajah istrinya terlihat memerah,,
"ah iya.." hatinya teringat lagi istrinya pandai menghibur, mencairkan suasana dan
istrinya pandai mengingatkan kpd Alloh, nikmat yang sebenarnya senantiasa ia rindukan semenjak dulu
dan,,,,
aku lupa ending kayak gimana,,
udah ah
------------------------
10:10 malam
3 juni 2011
by
janmenulis@gmail.com
untuk sahabatku yang kangen ayah,
Malam itu, seorang ayah hanya memandangi istri beserta kedua anaknya yang masih kecil,, mereka bertiga terlihat begitu lelapnya,,
Ada rasa heran setiap kali melihat wajah istrinya yang seakan damai diasuh mimpi,, hmm, mereka korban kemalasan ku dullu, tapi knapa aku yang gelisah,,
Berkali kali ia teringat lagi dengan tagihan tadi sore yang entah bagaimana membayarnya,, sesekali teringat beras untukk esok yang bagaimana membelinya,, berkali kali ia membayangkan tangis anaknya yang akhir-akhir ini selalu terdengar setelah adzan shubuh..
ya Alloh.. hatinya menjerit, meronta sekadar meminta alasan agar aqalnya terjawab akan masalah ekonomi,,yang bgtu komplek saat ini
Ia pun teringat lagi, kisahnya tadi siang, semenjak bberangkat pagi dengan berjalan, menyusuri ruas-ruas jalan, berjalan begitu jauhnya dengan keadaan lapar,,
semua teman sekolahnya dulu ia temui lagi, namun saat ini memang hampir semua kesulitan mencari makan,, temannya pun malah mengadukan kegelisahan-kegelisahan yang intinya malah perut,, dan banyak pula yg bercerai karena alasan ekonomi,,
Mendengar cerita teman yg berhasil ia temui ternyata sama,, bahkan ada yang lebih parah ia memutuskan untuk pulang, ia kan menghibur istrinya saja,, ;
"mudah-mudahan dengan kesabaran Alloh kan memnolong dengan rezky yang tidak disangka sangka,," begitu ia merangkai kata untuk menghibur istrinya..
namun tetap bgtu kuatnya rasa tdk percaya menggoda,,dan kuat berjalan menghadapi kesulitan ini.., setidaknya ku tetap harus ada yang dapat ku bawa kerumah, apa saja yang dapat ku bawa untuk orang dirumah,, setidaknya untuk makan hari ini,, tapi tetap ia hingga pulang kerumah tidak membawa makanan..
saat itba dirumah ia mengucap salam lemah,, namun tetap mencoba tersenyum pada istrinya,,
"gimana yah ?" istrinya bertanya..
" ..." ayah tidak dapat menjawab hanya geleng lemah,,
"tak apa mungkin nanti malam ada rezki mengejar ayag,, karena ayh tadi mencari rezky,," istrinya tetap menyemangati..
" ah kamu ini,," ia melangkah lemah ke kamar, mengganti baju karena baju yang dipainya sudah bersimbah peluh.."
"yah ni minum dulu,,"
"lho ini minuman dari mana??" ayah marah mengira kurang baik pada istrinya karena ia tahu betul gas di dapur sudah ia jual tempo hari, terpaksa buat berobat anaknya ke puskesma,,
"ada deh minum aja dulu nanti umi cerita,," dengan tersenyum istrinya pamit ke dapur,,
ternyata bukan hanya air saja yang ia dapat, tapi istrinya cerita, tabung gasnya pun ada, malah sekarang ada isinya,,
gini yah ceritanya, lalu istrinya mulai cerita mengiringi suaminya yang tengah makan dengan lahapnya,,:
ceritanya ada tetangga yang punya 2 tabung gas (3kg) membawanya kerumah, ia ingin menjual. lalu istrinya bertanya knapa dijual? (pdhal dalam hatinya memang tidak pernah akan beli, toh miliknya sendiri pun sudah ia jual kemarin,)
"Iya buk,, anak saya pengen tas rajutan wol yang lagi musim saat ini, wah bu sulit nyarinya kmana, harga nyapun lumayan kalo ditoko, tapi cukup lah kalo tabung ini kejual, "
"Oh,, nah lalu ibu nati masak gimana?" istrinya kembali bertanya, kasian juga mungkin ibu ini nasibnya sama dengan keluarganya,, tapi sebabnya lain, ini mungkin kehendak anaknya yang nggak bisa ditolak,,
"nggak papa,, ada satu lagi.."
" hingga akhirnya ia menukar hasil rajutannya bulan lalu, dan ibu itu setuju, asal anaknya memang suka,,
saat anak melihat rajutan itu, ternyata bukan hanya suka ia malah pesen lagi, tapi untu kantong handphone, lalu memberikan uang Rp. 29ribu,,
"saya tunggu ya bu.." kata anak itu dengan riang,,
:ya,, ntar sore juga beres,, jazakaLLOH nya dek, ibu,,"
""Iya justru sy yang terima kasih,, saya nggak perlu jauh-jauh ke toko, tapi ada di tetangga sendiri,,"
"Setelah selesai ia langsungmemberikan kpd anak yang pesen kantung handphone tadi
hingga ia pulang dan mendapati makanan hangat beserta tabung gas yang baru,,
"SubhanALLOH,,ia teringat lagi,,kejadian td sore,,
ia punjadi teringat saat bulan lalu membeli benang rajut dengan bgtu malas, gimana nggak malas,? bukankah kesenian spt iru jarang pembelinya,, apalagi prosesnya lama,,
tapi saat ia buntu,ternyata keinginan istrinya untuk merajut jadi rezky tersendiri yang menjadi sebab keluarganya dapat makan,
hingga tak terasa tak terasa waktu waktu terus bergulir,, terus bergulir berjam jam semenjak pukul 23:00 hingga sang ayah tertidur sendiri,,disamping istrinya dan kedua anaknya,, ...
* * *
"Astagfirulloh,," ia kaget,, sekan terhenyak ke dasar lantai ia bgtu kaget, melihat jam dingding tengah menunjukan jam 2:45 dini hari,,
Ia menoleh kepada istrinya yang ternyata sama telah terbangun dan tersenyum kpdnya..
"Ayah knapa..? dah isya.." istrinya lembut
"kaget, rasanya barusan seperti tidur sebentar bget, tp ternyata sudah hampir jam 3 dini hari,,"
"wah ayah tidur nya nggak niat ya..(berdo'a))?" istrinya berkata,,
"ya,, "
"hmm, masih untung yah dibangunkan kembali,,:
"maksunya,,?" nadanya hearan
" Iya meski ayah tertidur dalam keadaan tidak ingat Alloh masih memberi kenikmatan lalu di bangunkan kembali, memberi kesempatan agar lebih banyak mengumpulkan bekal,, kelak ke akhirat
meski ayah lupa,, tapi Ia tidak alpha, ia masih memberikan nikmat tidur kpdnya,, ayah td nggak teringat Alloh kan hingga tertidur bgtu,,?
"iya mi,,"katanya mengakui,,
dalam hati ayahnya berguman lagi,bukan hanya iru istriku,,
tadi pun saat berangkat dari rumah tidak mengingat Alloh, padahal rezki yang diniatkan untuk dicari Alloh saja yang memegangnya..
tadi saat menyusuri jalan, aku tidak teringat kpd Alloh,hanya teringat bagaimana mendapatkan buat makan, padahal Alloh memberi makan dikala mahluknya lapar,, iia hanya teringat kepada sepeda motornya yang dicuri tempo hari, jika bukan karena pencuri aku masih dapat bekerja jasa nagkutan (ojeg), dan tidak merana berjalan bila bepergian, hanya dendam saja setiap teringat motor kesayangannya,,
dan tadi saat ku pulang, lalu engkau istriku, membawakan ku air, pelepas dahaga, aku lupa kepada Alloh, bahwa ia tiada pun Alloh pasti menberikan rezki kpd keluarganya, karena ezky Alloh yang mengaturnya,, dan kita hanya bisa mengusahakannya,, malah berfikir engkau mengemis kpd keluargamu, sesuatu yang merendahkan mukaku dihadapan keluargamu,,padahal Ia memberkan makan melalui kerajinan mu belajar merajut semenjak dulu,,
dan saat menikah bersama mu, aku lupa bahwa Alloh selalu memberikan yang terbaik, bahwa ia telah memberikan istri yang gtu sabar dan tidak pernah mengeluh, malah istrinya meminta maaf. kaena pernikahan kuliahnya jadi bubar, kaena kedua orang tua memang telah berjanji di usia kesekian akan memnikahkan dirinya dan istrinya,,
Istriku aku lupa,, kepada Alloh, dan kepada karunia darinya Yang tidak mungkin didustakan
(belahan hatinya)
"Yah knapa" istrinya menyadarkan perenungannya,
"Eh,, iya.." seketika ia memandang istrinay, bertambah cantik saja ia memndang istrinya, dan ini salah satu yang dilupa, ternyata istrinya lebih cantik dari semua pacarnya dulu, hanya pertama bertemu tidak terlihat karena asing
subhanAlloh,, hatinya bergetar,, lalu menciuni kening istrinya..seketika,,
"eh eh yah sabar dulu, si dede baru 3bulan,," wajah istrinya terlihat memerah,,
"ah iya.." hatinya teringat lagi istrinya pandai menghibur, mencairkan suasana dan
istrinya pandai mengingatkan kpd Alloh, nikmat yang sebenarnya senantiasa ia rindukan semenjak dulu
dan,,,,
aku lupa ending kayak gimana,,
udah ah
------------------------
10:10 malam
3 juni 2011
by
janmenulis@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar